Financial Planning
Ribut-ribut di media sosial akhir-akhir ini lumayan bermanfaat buat netizen. Mulai banyak influencer beserta financial planner yang bahas tentang masalah keuangan. Menurut gue ini sebuah pencerahan buat rakyat, daripada ribut-ribut rupiah melemah dll yuk deh benerin keuangan diri sendiri yang amburadul ini.
Tapi yaaaa, segala sesuatu di dunia ini pasti punya dua sisi. Termasuk pembahasan financial planning ini. Kalau dilihat dari materi tentang financial planningnya sih nggak ada yang salah. Mau berkiblat sama siapa pun intinya sama, ngajarin kita kalau hidup tuh nggak cuma buat hari ini masih ada hari lain yang harus dipersiapkan. Nggak boleh boros lah intinya. Menurut gue yang salah itu kalau lo mulai menjudge keputusan-keputusan orang lain dalam spending their own money! Nah lhooo. Langsung deh semua orang ngerasa expert buat ngejudge ini salah lah, ini bener lah blablablaa. Why people why?
Setiap orang punya pendapatan yang berbeda, pastinya punya pengeluaran yang berbeda juga dong. Cara mereka menghabiskan uangnya juga macem-macem. Semuanya balik lagi ke pribadi masing-masing lah. Ada yang emang baru nikah jadi fokus mau beli rumah jadi beberapa dana dicut buat dimasukkin ke pos cicilan, ada yang rumahnya udah lunas jadi fokus balikin dana darurat, ada yang emang udah tajir tujuh turunan tanjakan jadi yaudah nggak usah pusing ahahaha.
Contohnya gue, gue memutuskan buat memotong budget skincare dan make up gue. Gue cuma boleh pake basic skincare dan make up, masing-masing cuma boleh ada satu item. Misalnya toner ya cuma boleh punya satu dan satu merek, kalau habis baru deh beli lagi. Saat gue bilang gitu ke temen gue karena berusaha diracunin satu produk baru si temen gue seperti masang muka 'hahh? helloo?' dan dilanjutkan dengan 'skincare kan juga investasi sama kayak kesehatan blablablabla'. Plus ceramah-ceramah tentang financial. Duh.. Kok gue agak males dengernya yha..
Komentar
Posting Komentar