Belajar Saham

Sekitar awal bulan Oktober gue dihubungin sama salah satu temen kuliah gue buat ikut kelas Pasar Modal yang diadakan sama kantornya. Wah, pas banget nih lagi banyak temen-temen gue yang ngomongin investasi, jadilah gue tertarik buat ikutan. Selain itu juga lagi sering banget dibahas disalah satu akun instagram  Siapa tau nasib gue sama kayak anak-anak milenials itu yang mendulang cuan dari 'bermain saham'. 

So, berangkatlah gue ke kantor temen gue di daerah Kebon Sirih naik KRL. Yaps untuk pertama kalinya gue naik KRL sendirian dan bukan dari Stasiun Bogor. Cerita sedikit perjalanan gue naik KRL yaa. Dari malam sebelum gue berangkat udah degdegan ya takut keseret-seret arus KRL gerbong wanita. Gue sampai nanya-nanya ke beberapa temen gue apa iya gue harus naik kereta banget? Jawabannya, yes. Dengan naik kereta gue memangkas 45 menit perjalanan gue. Baiklah mari kita naik kereta. Gue naik dari Stasiun Cawang dan akan turun di Stasiun Gondangdia, jaraknya cuma 5 stasiun, waktu tempuhnya kira-kira 20 menit deh soalnya gue ga ketahan lama di Stasiun Manggarai. Turun di halte busway cawang, gue bingung karena penyebrangannya cuma sepotong ahaha. Wah lewat mana dong gue? Masih di dalem halte gue celingukan dulu nyari tanda-tanda jalan ke Stasiun Cawang. Akhirnya nemu tulisan kecil banget di seberang jalan "jalan menuju stasiun cawang" okelah gue ikutin jalan itu. Sampai di Stasiun wah sekarang udah ada tulisan jalur-jalurnya dan kereta mana aja yang akan lewat di jalur tersebut. Nggak sampai 5 menit, kereta yang gue tunggu datang juga. Gue naik di gerbong wanita yang katanya ganas itu, tapi karena gue naik sekitar jam 8 pagi jadi nggak terlalu ramai ya. Di dalem keretanya juga ada tulisan sudah sampai di stasiun mana aja. Sangat membantu buat newbie macam gue nih. Oyah buat kartu keretanya, gue sih pake emoney aja gampang. Yay sampailah gue di Stasiun Gondangdia lanjut jalan kaki sesuai arahan temen gue.

Kelas Pasar Saham dimulai dari pukul 10.00-15.00 dibagi menjadi dua sesi, yang pertama diisi oleh  Bapak Marco Petra Kawet pembicara dari Bursa Efek Indonesia kemudian sesi kedua diisi oleh temen gue dan timnya dari sekuritas tersebut (nggak gue sebut ya nama sekuritasnya wahahahaa). Materi pada sesi pertama membahas secara umum tentang investasi dan saham. Salah satu materi yang gue ingat dan cukup menggerakan hati gue buat berinvestasi selain cuan ya pastinya, dengan investasi saham kita tuh juga ikut menggerakan perekonomian bangsa. Ngerasa keren ga sih? ahahaha.

Ternyata investasi saham itu dibagi menjadi dua, gaes. Ada yang short term dan long term. Short term ini sih yang lumayan sering gue denger, istilahnya trading ya. Investasi saham short term ini cocok banget buat pemula yang modalnya juga masih tipis. Untuk di sekuritas yang gue sambangi ini minimal saldo di rekening sahamnya sebesar Rp 100.000. Dengan uang tersebut langsung bisa dipakai buat beli saham di perusahaan-perusahaan yang sudah terdaftar di BEI lho. Gue pun baru tau, ada beberapa perusahaan yang nilai saham perlembarnya cuma Rp 300 an. Nah, satuan dalam pembelian saham dinamakan lot, satu lot itu sama dengan 100 lembar. Artinya, kalau kita beli saham perusahaan yang harganya Rp 300 itu, uang minimal yang akan dibelanjakan sebesar Rp 300 x 100 = Rp 30.000. Asik yaa. Tapi untuk investasi saham shor term ini, kita sebagai traader yang harus rajin, aktif, dan pinter dalam mengelolanya.

Nah, untuk yang long term, ini lebih asik sih menurut gue. Jadi sistemnya seperti menabung setiap bulan akan diautodebet dari rekening kita untuk dipindahkan ke rekening saham. Untuk sekuritas ini juga minimal Rp 100.000 perbulannya, minimal selama satu tahun. Kalau di saham long term kita bisa pilih sesuka hati mau perusahaan yang mana aja, di long term ini pilihan kita dibatasi, hanya 3 perusahaan. Asiknya lagi, buat yang anaknya pemalas macem gue jadi nggak usah ikut memantau naik-turunnya saham, sistem yang akan menjalankan semuanyaaa.

Pada sesi kedua diajarin nih, bagaimana cara beli dan jual saham. Semuanya ada di aplikasi yang dibuat sekuritas tersebut. Gampang banget yaa caranya, yang mulai susaah tuh belajar trick-tricknya wahahaha. Disini gue mulai nggak mudeng, agaknya harus dua kali belajar lagi baru deh bisa gue aplikasikan.

Tapiiiii... Sesungguhnya pas belajar saham ini gue tuh nggak buka rekenening sahamnya gaes. Why? Alasan pertama gue menolak karena terlalu serius menurut gue, gue anaknya kalau mau berkomitmen mikirnya panjang banget. Gue maunya saat belajar saham ini yaa bener-bener mau tau ilmu baru dulu, nah baru setelahnya gue menentukan tertarik atau nggak nih. Jujur, pas di dalam kelas tuh gue amat sangat tertarik sampai udah hampir mau buka rekening. Kemudian gue harus transfer ke rekening baru yang bank nya berbeda sama bank yang gue pakai sekarang. Oh no. Kalau cuma investasi dikit, duit gue abis cuma buat biaya admin sama pajak bank ini doang ahahaha. Alasan selanjutnya yang paling rasional sih menurut gue, investasi ini belum sesuai sama keadaan ekonomi gue yang belum bekerja dan punya dana darurat yang liquid.

Dengan ikut kelas pasar modal ini bener-bener menambah pengetahuan gue tentang investasi terutama saham ya. Penting banget lhoo catch up sama dunia investasi ini, apalagi sekarang banyak banget investasi bodong. Kalau kita tau mana investasi yang bener kan jadinya nggak akan tuh tertarik sama investasi bodong. Selain di sekuritas ini, sebenernya bursa efek juga punya kegiatan yang sama. Bisa cek web https://sekolahpasarmodal.idx.co.id/  buat detail lokasi dan jadwalnya juga :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sate Maranggi Hj Yetty, Cibungur, Purwakarta

Toko ABC dan Toko Bintang

GRADUACONG!!!